OUR STORY

Hai, saya Ami.

Saya telah berkecimpung dalam bidang aromaterapi dan perawatan natural sejak tahun 2007 dengan mendirikan Marun Spa di Bogor. Pada tahun 2012, saya mulai meracik sejumlah produk perawatan tubuh berbahan natural lantaran kecintaan saya terhadap essential oil dan bahan-bahan natural.

Saya meyakini bahan natural memiliki energi kehidupan yang tidak bisa diduplikasi oleh bahan sintetis buatan manusia.

Papa adalah orang yang pertama kali mengenalkan essential oil kepada saya. Beliau adalah ahli minyak atsiri (essential oil) dan pernah didaulat sebagai anggota dewan pakar di lembaga Dewan Atsiri Indonesia (DAI). Sejak kecil, saya sering diajak Papa ke laboratorium, tempat penyulingan, lahan pertanian sampai ke kantor eksportir essential oil.⁠ Sementara pengalaman racik-meracik kosmetik, saya peroleh dari Mama karena beliau memiliki usaha kosmetik dan saya sering menjadi "asisten produksi" meski waktu itu umur saya masih 9 tahun.

Awalnya, saya cuma mencampur essential oil ke dalam face mask atau body oil untuk dipakai sendiri. Lama-kelamaan, saya mulai meracik produk skin care dan menjualnya kepada teman-teman. Saya tidak menyangka kalau pengalaman melihat Papa bekerja meneliti essential oil ataupun membantu Mama memproduksi kosmetik akan menjadi modal bisnis saya di masa depan.⁠

Pada tahun 2013, saya terkena kanker payudara dan menjalani pengobatan sampai tahun 2014. Setelah dinyatakan bebas kanker, saya semakin berkomitmen untuk memperbaiki gaya hidup, pola makan dan menghindari zat-zat kimia berbahaya yang bersifat karsinogenik atau memicu kanker. Saya juga mulai menjalani diet vegetarian. Belakangan, meski tidak sepenuhnya vegetarian saya tetap mengonsumsi 90% makanan berbasis tumbuhan. Perubahan gaya hidup tersebut sangat terasa manfaatnya bagi kesehatan tubuh saya secara menyeluruh, termasuk kondisi kulit saya. Pemakaian produk skincare natural berbasis tumbuhan, serta asupan makanan dominan sayuran dan buah terbukti membuat kulit saya jauh lebih sehat dan bebas dari berbagai masalah kulit.

Saya pun semakin bersemangat untuk mendalami perawatan berbahan natural dengan mengikuti sejumlah workshop dan kursus terkait aromaterapi di Rina Poerwadi Holistic Aromatherapy dan Tisserand Institute, serta formulasi skincare organik di School of Natural Skincare dan Formula Botanica.

Pada tahun 2015, saya mantap memasarkan produk perawatan natural racikan saya dengan merek Marun Aromaterapi. Namun pada tahun 2020, Marun Aromaterapi berganti nama menjadi Marun Botanical supaya kami bisa mengeksplore lebih banyak lagi bahan natural berbasis tumbuhan lainnya yang tidak terbatas pada essential oil.

Menu

Settings

Click for more products.
No produts were found.